VCO Untuk Diabetes

VCO Untuk Diabetes

VCO– Beberapa penelitian telah mengungkap bahwa konsumsi minyak kelapa, terutama Virgin Coconut Oil , dapat membantu penyembuhan diabetes mellitus. Keberadaan MCFA ini memiliki peran ganda, yaitu dapat menginduksi sekresi insulin dan memperbaiki fungsi insulin.

Jadi, asupan minyak kelapa akan diubah menjadi energi dan bukan disimpan sebagai lemak tubuh penderita. Selain itu, suplementasi VCO dapat pula meningkatkan status antioksidan. Senyawa yang diduga kuat berperan adalah polifenol yang terkandung dalam VCO, terutama dari golongan flavanon dan dihidroflavonol.

Dapat disimpulkan bahwa suplementasi VCO pada penderita diabetes merupakan hal yang sangat menguntungkan.

Konsumsi VCO berguna bagi penderita diabetes melitus tipe 1 dalam hal pencegahan dan penundaan komplikasi diabetes.

Dosis konsumsi VCO yang dianjurkan untuk penderita diabetes melitus tipe 1 adalah 3×2 sendok makan (sdm) per hari, masing-masing dikonsumsi 15-30 menit sebelum makan.

VCO juga cocok untuk pengobatan penderita diabetes melitus tipe 2 (tidak tergantung insulin). VCO secara bertahap dapat memperbaiki sensitivitas sel terhadap insulin. Jika dikonsumsi secara rutin, secara berangsur-angsur penderita dapat mengurangi dosis pemakaian obat antidiabetika oral.

Dosis pengobatan untuk penderita diabetes melitus tipe 2 bervariasi, tergantung pada keparahan penyakitnya:

Untuk penderita dengan kadar gula darah > 300 mg/dl maka untuk menurunkan kadar gula tersebut menjadi sekitar 200 mg/dl diperlukan dosis sedikitnya 9 sendok makan per hari. Konsumsinya dapat dipecah menjadi 3×3 sendok makan, masing-masing dikonsumsi 15 menit sebelum makan.

Setelah kadar gula darah turun sekitar 200 mg/dl maka dosis dapat diturunkan menjadi 3×2 sendok makan per hari, masing-masing dikonsumsi 15-30 menit sebelum makan.

Setelah kadar gula darah turun di bawah 200 mg/dl maka dosis dapat diturunkan menjadi 3×1 sendok makan per hari, masing-masing dikonsumsi 15-30 menit sebelum makan.

 

 

Atasi Diabetes Dengan Beras Merah

Atasi Diabetes Dengan Beras Merah

Atasi diabetes dengan beras merah- Penyakit diabetes atau kencing manis merupakan salah satu penyakit yang harus dikontrol setiap saat dan setiap waktu. Ini sangat penting untuk mengetahui kadar gula darah agar bisa segera dilakukan penyembuhan sekaligus pencegahannya. Salah satu penyebab diabetes ini adalah karena gaya hidup yang tidak sehat serta banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak.

Biasanya saat periksa ke dokter akan diberikan terapi pola makan yang sehat. Ada beberapa jenis makanan yang dilarang dan ada juga beberapa makanan yang dianjurkan bagi penderita diabetes. Salah satu makanan yang sangat cocok untuk proses penyembuhan penyakit diabetes tersebut adalah nasi beras merah.

Beras merah banyak mengandung serat dan karbohidrat kompleks yang sangat baik bagi penderita diabetes. Kandungan antosianin dan tiamin pada beras merah berfungsi untuk menjaga sistem saraf agar tubuh tetap bisa mengatur kadar glukosa dalam darah. Dengan mengkonsumsi beras merah secara rutin juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh.

Namun dibalik kandungan manfaat dan khasiat dari beras merah bagi penderita penyakit diabetes tersebut, beras merah memiliki rasa yang kurang cocok dilidah dan tidak selezat nasi beras putih. Jika memasak nasi beras merah tidak benar maka rasanya tidak akan pulen dan pera di lidah.

Oleh karena itu, dibawah ini akan kami paparkan cara memasak beras merah yang benar bagi penderita diabetes secara rinci dan step by step.

Atasi Diabetes Dengan Beras Merah- Cara Memasak Beras Merah

Untuk memasak nasi merah ini Anda bisa menggunakan panci terlebih dahulu, baru nanti dipindahkan ke dandang untuk di kukus. Berikut rinciannya :

  1. Cuci beras merah hingga benar-benar bersih. Sebaiknya menggunakan air yang mengalir agar kotoran yang berada dalam beras bisa ikut terbuang bersama air.
  2. Setelah dicuci bersih, rendam terlebih dahulu dengan air bersih selama 30 menit agar nantinya tekstur nasi tidak keras dan empuk serta berasa pulen.
  3. Setelah itu masak dalam panci dengan memakai api yang kecil. Gunakan perbandingan 1:3 yaitu 1 cangkir beras merah dan 3 cangkir air bersih. Diamkan hingga airnya mendidih dan habis.
  4. Setelah itu pindahkan nasi beras merah ke dalam dandang untuk dikukus. Gunakan api kecil atau sedang.
  5. Kukus beras merah hingga benar-benar matang dan sajikan dalam keadaan masih hangat agar nikmat dan lezat.

Sebaiknya hindari lauk-pauk atau ikan yang digoreng karena minyak sangat tidak baik bagi kesehatan, terutama bagi penderita penyakit diabetes.

Cara memasak beras merah tidak harus melulu dijadikan nasi, Anda juga membuat aneka olahan kue dan roti dari tepung beras merah. Semua kue dan roti yang berbahan dasar tepung maka juga bisa dibuat menggunakan beras merah. Dengan berkreasi seperti ini maka tentu penderita diabetes akan semakin tergugah seleranya untuk mengkonsumsi beras merah supaya lebih nikmat.

Itulah cara memasak beras merah yang mudah dan simpel namun mengandung sejuta manfaat bagi kesehatan tubuh. Para penderita diabetes sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi beras merah ini karena kandungan nutrisi dan vitamin yang berada dalam beras merah sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Dan juga para pejuang diet yang ingin menurunkan berat badan dengan maksimal juga bisa mengkonsumsi beras merah, sebagai pengganti dari beras putih yang biasa dikonsumsi selama ini. Cara memasaknya pun sama saja seperti diatas.

Yuk Atasi Diabetes Dengan Beras Merah…

Selamat Mencoba

Amankah mengkonsumsi makanan-makanan hasil rekayasa genetika atau GMO ini?

Amankah mengkonsumsi makanan-makanan hasil rekayasa genetika atau GMO ini?

Amankah mengkonsumsi makanan-makanan hasil rekayasa genetika atau GMO ini?- Jika dilihat, ada dua sudut pandang yang berbeda mengenai aman tidaknya makanan-makanan ini.

Amankah mengkonsumsi makanan-makanan hasil rekayasa genetika atau GMO ini? Berikut adalah beberapa pendapat tersebut:

  1. Kelompok aktivis anti-GMO berpendapat bahwa, GMO dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan masalah kesehatan bagi konsumen.
  2. Maria Vandewiele, yang merupakan pemilik toko kesehatan yang cukup dikenal, yang memiliki 14 cabang toko yang berorientasi pada kesehatan, mengatakan bahwa efek jangka panjang dari GMO masih belum bisa diketahui secara jelas. Membaca literatur, ilmu pengetahuan dan mitos, tidaklah cukup untuk mengetahui tentang hal tersebut.
  3. Menurut Institut Teknologi yang bertanggungjawab, yaitu kelompok aktivis anti-GMO, makanan yang dimodifikasi secara genetik sering dikaitkan dengan sesuatu yang beracun, menimbulkan reaksi alergi, menyebabkan sakit, tidak steril dan kerusakan organ.
  4. Beberapa negara-negara maju di dunia, menganggap GMO sebagai sesuatu yang berbahaya.

Meskipun banyak yang menganggap kalau GMO itu berbahaya, namun menurut sebuah situs Monsanto, yaitu produsen transgenik terbesar dunia, proses ini juga memiliki beberapa manfaat atau dampak positif, seperti: meningkatkan hasil panen petani, mengurangi penggunaan atau pemakaian energi alam dan sebagainya, serta mampu memberikan manfaat gizi.

Perdebatan tentang label GMO

Pada tahun 2015 yang lalu, FDA telah mengeluarkan sebuah putusan bahwa hanya akan menambahkan label pada makanan jika terdapat perbedaan material di dalamnya, misalnya tentang informasi nilai gizi yang berbeda, yang ada di dalam makanan tersebut. Badan tersebut juga telah menyetujui penerapan GMO ini pada ikan salmon, karena terbukti tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan salmon-salmon lainnya yang tidak mengalami proses GMO.

Politik Mempengaruhi GMO

Yah, kembali lagi pada kehidupan politik di dunia. Para industri yang melakukan proses GMO ini akan gencar meyakinkan pemerintah tentang asumsinya tersebut, sampai Pemerintah memutuskan untuk mengizinkan produk yang dihasilkan industri itu diperbolehkan beredar di masyarakat.

Ada banyak hal yang belum diketahui oleh masyarakat mengenai GMO ini. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan dan rasa ingin tahu masyarakat mengenai hal itu. Itu dulu. Sekarang anda bisa dengan mudah untuk mencari tahu tentang hal ini. Itupun kalau anda memang-memang berniat untuk mengetahuinya.

 

Beras Organik VS Non Organik

Beras Organik VS Non Organik

Beras Organik VS Non Organik- Ketika banyak orang memburu beras organik, maka di pasaran kemudian banyak bermunculan produk beras dengan kemasan berlebel organik.

Agar tidak tertipu, maka kita perlu hati-hati. Karena beras organik yang sesungguhnya tentu berbeda dengan beras organik palsu.

Bagaimana cara membedakan beras organik dan non organik, berikut kita berikan beberapa gambaran fisik dan ciri-ciri beras organik dan non organik.

Sehingga jika anda menemukan beras berlebel organik tetapi ciri- cirinya tidak cocok maka silahkan berpikir ulang untuk belanja.

Sekilas Perkembangan Beras – Beras Organik VS Non Organik

Beras organik sangat baik dan mulai berkembang dan ramai dibicarakan khalayak sejak muncul peristiwa beras sintetis. Beras organik memang sangat cocok dikonsumsi  oleh semua umur demi kesehatan.

Kita tahu, sebenarnya sebelum maraknya pupuk kimia dan obat-obat pembasmi hama, Indonesia adalah gudangnya beras organik.

Karena sejak nenek moyang kita dahulu semua petani bercocok tanam dengan cara organik, non kimia, termasuk beras.

Ini terjadi sebelum  tahun 1970, seluruh  petani di Indonesia adalah petani organik. Namuns setelah itu karena para petani mendapatkan pembagian pupuk kimia secara gratis dari pemerintah, seiring dengan beredarnya bibit padi usia pendek, maka sejak saat itu beras kita terpapar kimia.

Tetapi sekarang kondisinya nyaris terbalik, banyak petani berlomba menjadi petani organik, alias bebas kimia. Meski sangat sulit kembali ke organik. Padahal jika diestimasi, pertanian organik lebih menguntungkan dalam semua hal.

Cara Membedakan Beras Organik dan Non Organik

Padi organik mentik wangi susu yang harum dan kalau dimasak pulen dan wangi yang khas

Beberapa kelebihan beras organik lainnya adalah. Beras organik diproses dengan teknologi pertanian ramah lingkungan, aman bagi kesehatan dan tidak mencemari lingkungan. Tekhnologi ramah lingkungan adalah pengolahan lahan yang baik sebagai awal persiapan untuk terbebas dari pupuk Kimia, Pestisida dan Zat Kimia berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Bebas dari produk rekayasa genetik. Bebas dari pewangi, pengawet, pemutih dan pewarna kimia berbahaya.

Beras organik murni tidak mudah basi atau menimbulkan bau busuk ketika disimpan dalam penghangat nasi meski dalam waktu lama.

Aroma dan citarasanya lebih wangi serta lebih pulen. Mempunyai kandungan nutrisi tinggi, kaya vitamin dan serat.

Beras Organik mampu mencegah kolesterol dalam tubuh, diabetes dan sangat baik untuk pengelolaan berat badan ideal.

Cara Membedakan Beras Organik dan Non Organik lebih rinci bisa melihat tabel berikut ini.

 

Ciri Ciri Beras Organik Non Organik
Fisik Licin Kasar
Warna Mengkilap Kusam
Rasa Terasa ada manis manisnya Biasa saja dan kurang berasa
Aroma Terasa Apek / ngga beraroma
Daya serap air Sedikit Banyak
Tektur Lebih Pulen Kurang Pulen
Waktu memasak Lebih Cepat Lama
Kualitas Nasi Tahan lama (kuat 3 hari jika dimasak alami bukan pake rice cooker) Mudah Basi
Nutrisi Lebih Tinggi dan lebih terasa kenyang walau makan sedikit Lebih rendah
Saat Dicerna Lebih Mudah Sulit
Glukosa Mudah dicerna Sulit dicerna
Karbohidrat Mudah diproses dan diurai Sulit diurai
Protein Mudah dicerna Sulit dicerna
Untuk Penderita Kencing manis Ramah untuk penderita Diabetes Harus dihindari
Penderita Asam Urat Baik Kurang baik
Penderita  Vertigo Baik Kurang baik
Penderita darah tinggi Baik Kurang baik
Penderita Jantung Baik Kurang baik

Itulah catatan tentang cara membedakan beras organik vs non organik.Tentunya setelah mengetahui betapa banyak kelebihan beras organik, maka anda akan hati hati memilih beras organik untuk kesehatan anda.

 

GMO

GMO

GMO- Pernahkah anda mendengar istilah GMO sebelumnya? Tahukah anda kalau beberapa waktu lalu GMO ini telah menggegerkan kehidupan masyarakat di Amerika? GMO merupakan singkatan dari Genetically Modified Organisms, yang artinya proses memodifikasi bahan pangan secara genetik. Mau tahu apa itu GMO? Berikut ini adalah penjelasannya!

Modifikasi genetik atau GMO ini adalah sebuah proses mengubah DNA organisme tertentu, dengan menggunakan rekayasa genetik. GMO ini merupakan teknologi eksperimental, yang menggabungkan DNA dari dua spesies yang berbeda, bahkan bisa dilakukan dengan menggabungkan gen hewan dengan gen bakteri atau dengan gen tanaman, untuk menciptakan tanaman atau hewan baru, yang tidak mungkin terjadi jika dilakukan dengan proses persilangan tradisional.

Proses ini beberapa waktu lalu telah dicoba diaplikasikan kepada hewan, dengan teknik mengawinkan Gen. Nah, hewan ini lah yang sering disebut sebagai hewan “Transgenik”. Pernah dengar istilah ini kan, guys? Contohnya adalah genetik laba-laba penghasil sutra, bisa di masukkan ke dalam DNA kambing biasa, untuk menghasilkan kambing transgenik yang lebih unggul.

Berkat modifikasi genetik tersebut, maka terciptalah kambing unggul yang bisa menghasilkan susu yang kualitasnya jauh lebih baik. Wow, hebat bukan? Berkat adanya GMO ini, saat ini anda bisa menikmati makanan dari olahan hewan-hewan unggul.

Tahukan anda dimana proses rekayasa genatik ini pertama kali dilakukan? Yah, seperti biasa negara tersebut adalah negara Amerika. Negara ini merupakan gudangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tempat dimana para ilmuwan dunia berkumpul untuk menghasilkan penemuan-penemuan baru yang menakjubkan.

Makanan-makanan apa saja yang bisa dimodifikasi genetikkan?

Pada umumnya, proses modifikasi genetik ini dilakukan pada hewan dan tanaman, yang mayoritas dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan. Mau tahu apa-apa saja makanan yang bisa dimodifikasi genetikkan tersebut?

Berikut ini adalah beberapa contoh ulasannya:

  1. Proses modifikasi gen tomat dengan gen antibeku dari ikan air dingin, yang bernama winter flounder (Pseudopleuronectes americanus). Proses ini dilakukan untuk menghasilkan tanaman tomat yang tahan terhadap cuaca atau kondisi lingkungan yang dingin.
  2. Food and Drug Administration juga baru saja berhasil menciptakan kentang yang unggul dengan bentuk sempurna tanpa cacat, dan apel yang tidak berubah warna menjadi coklat, saat dikupas dengan mengurangi kadar enzim yang menjadi penyebabnya.

Dampak Negatif Proses Modifikasi Genetik (GMO)

Oooppss, jangan kira modifikasi genetik ini hanya memiliki dampak positif saja ya guys. Proses ini juga memiliki kelemahan dan dampak negatif lho. Proses ini juga berisiko, karena perubahan genetik yang dihasilkan dapat menyebabkan kerusakan pada gen dan dapat menghasilkan organisme inbrida, yang bisa menyebabkan organisme aslinya punah.

Dan parahnya lagi, jika masyarakat banyak mengkonsumsi makanan-makanan yang merupakan hasil dari proses GMO tersebut, ada kemungkinan gen yang ada di dalam tubuhnya juga ikut berubah. Nah, kalau sudah berubah, akan semakin besar resiko kesehatan yang bisa terjadi.

Ngeri-ngeri sedap juga nih kayaknya guys. Ini berarti anda yang belum paham betul mengenai proses ini, tidak boleh asal-asalan melakukan percobaan. Saat ini, dampak kesehatan akibat mengkonsumsi makanan yang dimodifikasi secara genetika ini memang masih belum banyak diketahui, juga tidak ada uji klinis tentang dampak mengkonsumsi makanan GMO tersebut. Itulah sebabnya, mengapa lebih dari 70% Makanan Kemasan di Amerika Utara Mengandung GMO.

Sejauh ini, penggunaan teknologi GMO terbesar di Amerika adalah dalam bidang pertanian. Setidaknya 90 persen dari kedelai, kapas, canola, gandum dan bit yang dijual di Amerika Serikat telah direkayasa secara genetis. Salah satu metode yang digunakan dalam bidang pertanian tersebut adalah penggabungan gen serangga ke dalam tanaman untuk memproduksi toksin, seperti yang ditemukan pada bakteri Bacillus thuringiensis (Bt). GMO tanaman yang dimodifikasi dengan gen Bt ini, terbukti memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap serangga, sehingga bisa mengurangi penggunaan pestisida untuk mengusir hama tanaman.

 

Beras Pecah Kulit

Beras Pecah Kulit

Beras pecah kulit Beras putih biasanya telah mengalami proses selep atau penggilingan yang berulang kali, hingga menghasilkan beras yang warnanya putih bersih. Sedangkan beras pecah kulit, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai brown rice, hanya mengalami proses pengelupasan gabah atau kulit luar saja.

Beda dari brown rice atau beras pecah kulit dengan beras putih biasa adalah kandungan mineral dan vitaminnya. Beras pecah kulit masih menyimpan kandungan gizi yang lebih banyak 80% dibanding beras putih.

Sedangkan beras putih yang mengalami berkali-kali proses penggilingan akan kehilangan nilai gizinya hingga 80% dan hanya mengandung karbohidrat saja.

Manfaat yang dikandung oleh beras pecah kulit pun jauh lebih banyak. Seperti dilansir oleh situs Boldsky, berikut ini diantaranya:

Jantung sehat

Kandungan serat dalam beras pecah kulit sangat tinggi. Lapisan ekstra jaringan di sekitar beras yang berwarna coklat tersebut membantu mengontrol peningkatan aterosklerosis dan tekanan darah sehingga bermanfaat mencegah penyakit jantung dan kardiovaskuler.

Anti oksidan

Beras sebenarnya punya kandungan antioksidan tinggi, seperti juga strawbery dan blueberry. Sayangnya, jika proses penggilingan diteruskan, maka antioksidan tersebut akan hilang.

Kanker kolon/usus besar

Resiko kanker kolon atau kanker usus besar dapat ditekan dengan konsumsi beras pecah kulit. Ini karena kandungan fenol yang cukup tinggi, sehingga proses pencernaan dalam usus besar menjadi lebih sehat.

Kanker payudara

Beras ini mempunyai Pytonutrient Lignin yang bermanfaat mencegah kanker payudara yang biasanya menyerang kaum wanita.

Masih ada lebih banyak lagi manfaat mengonsumsi beras pecah kulit atau brown rice, sehingga sayang sekali bila dalam proses penggilingan beras putih semua zat bermanfaat itu terbuang.

Artikel sebelumnya telah membahas tentang perbedaan fisik dan kandungan gizi antara beras pecah kulit (PK) dan beras putih. Kandungan gizi serta senyawa fitokimia yang berbeda sebenarnya terdapat pada kulit ari yang masih menempel pada beras PK. Kulit ari/aleuron dan endosperm ini biasa dikenal dengan sebutan bekatul. Bekatul yang melekat pada beras PK inilah yang menjadi rahasia dibalik manfaat kesehatan beras PK.

Beberapa manfaat kesehatan bekatul dalam beras PK antara lain:

1. Meningkatkan sistem imun/daya tahan tubuh.

Protein tinggi yang tersusun dari asam amino esensial yang hampir lengkap seperti leusin, isoleusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan dan valin dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga, tubuh lebih tahan terhadap serangan bakteri patogen dan virus.

2. Kandungan serat pangan larut dapat menyerap garam empedu di hati.

Garam empedu ini berperan dalam pembentukan kolesterol oleh hati. Sehingga, produksi kolesterol yang dialirkan ke darah menjadi berkurang. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsumsi bekatul, semakin besar penurunan kadar kolesterol total, LDL dan trigliserida serta terjadi peningkatan kadar HDL dalam darah.

3. Mengurangi risiko penyakit jantung.

Bekatul dalam beras PK memiliki kandungan senyawa fitokimia gamma oryzanol. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan kuat yang dapat mencegah reaksi oksidasi asam lemak oleh radikal bebas. Asam lemak yang teroksidasi dapat menempel pada pembuluh darah dan membentuk plak. Pembentukan plak ini jika terjadi pada pembuluh darah koroner jantung dapat mengakibatkan aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

4. Kandungan serat pangan pada bekatul juga bersinergi dalam mekanisme penurunan gula darah.

Saat kita mengonsumsi makanan yang mengandung serat, proses penyerapan karbohidrat dalam saluran cerna berlangsung lambat. Sehingga, gula darah tidak mengalami kenaikan yang terlampau tinggi. Ketika laju kenaikan gula darah berjalan lambat, hal ini membuat sekresi insulin berlangsung secara perlahan. Produksi insulin ini dapat merangsang aktivitas enzim HMG-KoA (3-hidroksi-3metilglutaril koenzim A) reduktase yang mensintesa kolesterol. Ketika produksi insulin berjalan perlahan, maka pembentukan kolesterol juga menurun. Mekanisme inilah yang membuat serat pangan mempunyai efek menurunkan gula darah (antidiabetes) dan menurunkan kolesterol

Antioksidan (Damayanthi dkk 2010). Aktivitas antioksidan pada bekatul terbukti mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh. Senyawa antioksidan tertinggi dalam bekatul yaitu asam fenolat dan asam ferulat (Huang dan Ng 2012). Sekitar 70 – 90% asam fenolat terkandung dalam bekatul (Zhou dkk 2004). Selain itu, beberapa senyawa yang memiliki fungsi antioksidan dalam bekatul yaitu tokoferol (vitamin E), tokotrienol dan pangamic acid (vitamin B15). Menurut Liem (2006), terdapat 200 mg vitamin B15 dalam tiap 100 g bekatul. Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan vitamin B15 ini antara lain diabetes mellitus, hipertensi, hiperkolesterol, aterosklerosis serta penyakit jantung koroner, asma dan sirosis.

Menjaga kesehatan saluran cerna (Astawan 2010). Bekatul sebagai sumber serat pangan tidak larut (unsoluble dietary fiber) berperan dalam proses pengosongan usus dari sisa makanan yang tidak tercerna. Sehingga dapat terbawa keluar saat proses defekasi bersama feses (proses BAB).

 

Arsenik

Arsenik

Arsenik- Ketika membicarakan racun, orang pasti akan menyebut nama Sianida. Alasannya jelas karena ada kasus Jessica yang sangat booming itu, serta kenyataan kalau Sianida memang lah mematikan. Hanya beberapa miligram saja bisa membuat seseorang absen dari kehidupannya. Tapi, Sianida bukanlah satu-satunya racun yang dikenal sangat membunuh. Masih ada banyak yang seperti itu, salah satunya bernama Arsenik.

Arsenik mungkin sama mematikannya seperti Sianida. Tapi, kalau boleh membandingkan rasa sakit ketika terkena, maka Racun satu ini menang jauh. Sianida membunuh dengan lebih cepat, sedangkan Arsenik pelan-pelan dan sangat menyakitkan. Ibaratnya seperti akan dipenggal, tapi terlebih dulu disayat-sayat kulit lehernya lalu diberi perasan air jeruk. Sangat menyeramkan ya.

Arsenik memang lekat dengan image kematian. Pasalnya, kebanyakan penggunaannya adalah untuk meracuni, meskipun ia punya banyak fungsi positif. Berikut fakta-fakta bahan mematikan satu itu.

Begini Cara Membunuh Korbannya

Seperti yang sudah disinggung di bagian pembuka tadi, Arsenik adalah salah satu racun paling mematikan yang pernah ada. Soal bentuk, racun ini bisa berwujud padat, cair, dan juga gas. Tapi, tak peduli apa pun bentuknya, kadar racun tetap sama mematikannya. Lalu, bagaimana cara racun ini membunuh para korbannya?

Ketika racun satu ini masuk ke dalam tubuh, terutama dengan jumlah yang cukup besar, ia akan langsung bereaksi. Pertama mungkin hanya seperti mual-mual saja, namun makin ke sini bakal semakin parah. Setelah rasa tidak enak di perut, korbannya bakal merasakan seolah lambungnya dihancurkan, sakit luar biasa. Lalu kemudian ditambah dengan sakit kepala hebat dan juga nyeri-nyeri luar biasa di sekujur badan. Puncaknya, si korban akan mengigau sampai kemudian lemas dan akhirnya tewas.

Arsenik dan Kemampuannya yang Seperti Ninja

Bukan tanpa alasan kenapa Arsenik dijuluki sebagai racun paling hebat. Hal tersebut tak lain karena efek yang mematikannya tadi, serta kemampuannya untuk tidak terdeteksi. Ya, seperti ninja yang diam-diam bisa membunuh korbannya.

Racun ini susah untuk dideteksi. Ia tidak bisa dibaui, tidak bisa dirasa, dan juga disentuh. Arsenik memang memiliki kemampuan blending sempurna dengan induknya. Misalnya ketika dicampur makanan, maka ia akan menyatu dengan itu. Makanya, penggunaan mandiri Arsenik sebagai racun ini sangat jarang. Seringnya adalah dilarutkan dalam minuman atau dioplos dengan makanan.

Kita Adalah Pemakan Arsenik Rutin

Setelah mengetahui sadisnya racun yang satu ini, tentu adalah hal yang bodoh kalau kita malah nekat mendekatinya. Tapi, sebenarnya tanpa mendekat pun kita sudah berkontak dengannya. Bahkan tanpa sadar kebanyakan manusia sudah mengonsumsi racun ini dalam waktu yang cukup rutin. Salah satu buktinya adalah air minum kita.

Ada yang menggunakan air sumur? Berhati-hatilah karena bisa jadi air tersebut mengandung racun berbahaya meskipun jumlahnya sangat sedikit. Perlu di ketahui, bahwa racun satu ini juga ada di dalam tanah. Dan lantaran sumur itu digali atau dibor, maka sedikit besar Arseniknya bakal tersentuh dan bersinggungan. Alhasil, bercampur dengan air kemudian kita mengonsumsinya. Konsumsi sedikit kadar Arsenik memang takkan langsung mematikan, tapi bisa memicu karsinogen alias cikal bakal kanker.

Tokoh yang Tewas Lantaran Arsenik

Dalam sejarahnya, Racun ini bertanggung jawab atas tewasnya banyak orang terkenal dunia. Sebut saja sang pahlawan Prancis, Napoleon Bonaparte. Diduga tokoh satu ini tewas lantaran racun mematikan itu. Memang ia terkena semacam kanker lambung, tapi kuat dugaan kalau hal tersebut terjadi karena Napoleon menelan banyak Arsenik dalam tubuhnya.

Kalau dari Indonesia, korbannya adalah seorang tokoh yang kasusnya sampai saat ini belum benar-benar selesai. Ya, siapa lagi kalau bukan Munir. Sosok pejuang HAM ini juga diduga tewas lantaran racun mematikan itu. Seperti yang kamu tahu, tokoh ini tewas dalam pesawat yang dipiloti oleh Pollycarpus Budihari Priyanto.

Seperti inilah Arsenik. Racun mematikan yang benar-benar luar biasa menakutkan. Meskipun sering dianggap racun pembunuh, sebenarnya racun ini sendiri tidaklah seburuk itu. Ya, ia juga pernah digunakan untuk hal-hal bermanfaat. Misalnya mengobati sifilis atau dipakai oleh wanita era Victoria untuk memutihkan kulit.

 

Bahaya Pestisida

Bahaya Pestisida

Bahaya pestisida- Perlu anda tahu, pestisida memang merupakan zat kimia yang digunakan untuk mengendalikan hama. Namun efek pestisida tidak hanya berpengaruh pada hama, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Gangguan kesehatan yang disebabkan paparan pestisida bisa berupa kerusakan saraf, iritasi kulit dan mata, hingga kanker.

Pestisida menjadi senjata utama dalam membasmi hama yang menyerang pertanian maupun hama penyebab penyakit. Selain digunakan di sawah atau ladang, pestisida juga ada di rumah kita. Contohnya racun yang digunakan untuk membasmi tikus, kecoa, nyamuk, atau kutu hewan peliharaan.

Meski dinilai efektif untuk membasmi hama, pestisida juga dapat menjadi racun bagi organisme lain, termasuk manusia. Oleh karena itu, prosedur penggunaan, penyimpanan, serta pembuangannya harus diperhatikan.

Efek Negatif Pestisida Bagi Kesehatan

Pestisida sering kali masih menempel di makanan yang kita konsumsi, contohnya apel, pir, stroberi, kentang, anggur, seledri, bayam, selada, dan kangkung. Pestisida yang masuk ke tubuh akan merusak sel tubuh dan mengganggu fungsi organ tubuh. Iritasi mata, iritasi kulit, kesulitan bernapas, pusing, sakit kepala, mual, dan muntah bisa langsung dirasakan oleh mereka yang dalam aktivitasnya bersentuhan langsung dengan pestisida. Paparan pestisida dalam dosis tinggi bahkan dapat menyebabkan kematian.

Jika digunakan dalam jangka panjang, paparan pestisida berisiko menimbulkan beberapa masalah kesehatan bagi manusia, seperti di bawah ini :

Bahaya Pestisida Mengakibatkan Gangguan reproduksi

Gangguan hormon yang disebabkan pestisida dapat mengakibatkan penurunan produksi sperma. Selain itu wanita yang sering bersentuhan dengan pestisida juga cenderung kurang subur dan berisiko melahirkan secara prematur.

Bahaya Pestisida Mengakibatkan Gangguan kehamilan dan perkembangan janin

Pestisida mengandung bahan kimia yang dapat merusak sistem saraf. Oleh karena itu ibu hamil disarankan untuk menghindari paparan pestisida, terutama pada trimester pertama kehamilan. Kenapa? Karena di tiga bulan pertama inilah sistem saraf janin berkembang pesat. Jika terpapar, risiko cacat pada janin, keguguran, dan komplikasi kehamilan akan meningkat.

Bahaya Pestisida Mengakibatkan Penyakit Parkinson

Penelitian menunjukkan bahwa pestisida diduga mampu meningkatkan risiko terkena penyakit Parkinson. Semakin sering terpapar, semakin tinggi risikonya. Hal ini karena racun di dalam pestisida dapat merusak saraf tubuh, terlebih jika telah terpapar dalam jangka panjang.

Bahaya Pestisida Mengakibatkan Risiko pubertas dini

Bahan kimia pada pestisida diduga dapat meningkatkan produksi hormon testosteron yang dapat menyebabkan pubertas dini pada anak laki-laki.

Bahaya Pestisida Mengakibatkan Kanker

Telah banyak penelitian yang mengaitkan pestisida dengan munculnya tumor dan meningkatnya risiko terkena kanker. Kanker ginjal, kulit, otak, limfoma, payudara, prostat, hati, paru-paru, dan leukimia, adalah beberapa jenis kanker yang mungkin bisa diakibatkan oleh paparan pestisida dalam jangka panjang. Para pekerja pertanian adalah yang paling rentan terhadap risiko ini.

Cara Menghilangkan Pestisida

Agar sisa-sisa pestisida tidak membahayakan tubuh, faktor pengolahan makanan menjadi hal yang menentukan. Kita dapat menghilangkan sisa pestisida dari buah dan sayur dengan cara mencucinya hingga bersih. Selain itu, mengupas kulit buah-buahan juga bisa dilakukan untuk menghilangkan sisa pestisida dan bakteri sumber penyakit. Sayangnya, cara ini juga berpotensi menghilangkan kandungan nutrisi berharga pada buah-buahan tersebut.

Solusi lain yang bisa Anda lakukan adalah mencuci buah dan sayur dengan larutan baking soda. Penelitian membuktikan jika cara ini lebih efektif menghilangkan sisa pestisida daripada hanya mencucinya dengan air.

Mengingat pestisida masih akrab dalam kehidupan kita, maka cara terbaik menghindari efek negatifnya adalah dengan menghindari paparan langsung dengan pestisida. Gunakan pelindung diri seperti masker dan sarung tangan saat akan menggunakan pestisida, guna meminimalkan paparan.

 

Makanan Organik

Makanan Organik

Makanan Organik- Tak bisa dipungkiri bahwa makanan yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi kesehatan kita. Ketika kita mengonsumsi terlalu banyak junk food, maka ancaman obesitas dan penyakit berbahaya akan menyerang tubuh.

Trend dunia bahkan kini orang terus berburu bahan makanan yang tidak hanya segar, tetapi juga sehat. Bahkan makanan sehat dan segar saja tidak cukup, maka orang pun berburu makanan organik.

Apa sebenarnya makanan organik dan  apakah keuntungan dari mengkonsumsi makanan organik?

Tinggi antioksidan

Sebuah penelitian menemukan bahwa makanan organik mengandung zat antioksidan lebih tinggi daripada makanan lainnya yang kemudian akan memberikan efek positif untuk tubuh.

Minimnya pestisida

Alasan positif lainnya kenapa kamu lebih baik mengonsumsi makanan organik adalah karena minimnya penggunaan pestisida dalam proses penanaman sehingga membuat makanan organik lebih sehat dan lebih layak dikonsumsi.

Bermanfaat untuk kesehatan jantung

Konsumsi makanan organik akan meningkatkan CLA atau asam linoleat konjugasi dalam tubuh yang baik untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Tanaman rekayasa genetika seperti tanaman pada umumnya dikenal bisa mengurangi kekuatan sistem kekebalan tubuh. Itulah sebabnya akan lebih baik jika kamu memilih konsumsi makanan organik.

Rasa lebih enak

Karena ditanam dengan cara yang organik, maka rasa dari sayuran organik lebih enak dan tidak berbau pestisida atau bahan kimia lainnya.

Aman untuk lingkungan

Bahan kimia yang sering digunakan untuk menanam tanaman pangan secara masal seringkali menimbulkan polusi baik tanah, air, maupun udara. Sementara proses penanaman secara organik lebih sehat dan aman untuk lingkungan.

Itulah keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan konsumsi makanan organik. Tertarik untuk mencobanya?

Pilihan sayuran, buah atau produk daging organik kini makin banyak di supermarket. Pembeli sayuran ini juga meningkat dengan alasan ingin menjaga alam serta kesehatan berdasarkan survei 2016 dari Compare The Market.

Beragam studi pun mencari tahu manfaat mengonsumsi makanan organik. Paling tidak ada empat manfaat mengonsumsi makanan organik, seperti mengutip Time (31/7/2017).

  1. Lebih sedikit kandungan pestisida dan logam berat

Studi di 2014 dalam British Journal of Nutrition mengemukakan, hasil panen organik cenderung mengandung pestisida lebih sedikit. Selain itu, kandungan logam berat seperti kadmium, 48 persen lebih sedikit.

  1. Kandungan lemak sehat lebih banyak

Selain sayuran dan buah, susu, dan daging juga terdapat varian organik. Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition di 2016, susu dan daging organik mengandung 50 persen lebih banyak asam lemak omega-3.

Menurut peneliti, cara ternak organik memang berbeda dengan cara ternak biasa. Hewan ternak organik biasa mengonsumsi lebih banyak rumput serta menghabiskan banyak waktu di luar kandang.

  1. Tidak mengandung antiobiotik atau hormon pertumbuhan sintetis

Peternak konvensional terkadang memberikan antibiotik pada hewannya agar terhindar dari sakit. Ada juga peternak yang menyuntikkan hormon pertumbuhan sintetis agar berat badan ternak bertambah lebih cepat.

Namun saat dikonsumsi manusia, senyawa kimia tersebut juga bisa masuk ke dalam tubuh manusia, kata Profesor dari Biodesign Center for Environmental Security, Amerika Serikat, Rolf Halde. Residu obat antibiotik diyakini berkontribusi terhadap meluasnya resistensi antibiotik pada manusia.

Berbeda halnya dengan hewan ternak organik. Tidak banyak senyawa kimia yang masuk ke dalam tubuh sehingga  bebas dari residu antibiotik dan hormon pertumbuhan sintetis.

  1. Kaya antioksidan

Dalam beberapa produk organik, seperti bawang merah, terbukti mengandung 20 persen kandungan antioksidan lebih banyak dibandingkan yang ditanam konvensional.

 

Pertanian Organik

Pertanian Organik

Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang bertujuan untuk tetap menjaga keselarasan (harmoni) dengan sistem alami. Yakni  dengan memanfaatkan dan mengembangkan semaksimal mungkin proses-proses alami dalam pengelolaan usaha tani.

Pertanian lahan organik menghindari penggunaan pupuk dan pestisida sintetik, ZPT dan perangsang lainnya yang mengandung bahan-bahan kimia buatan.

Dengan kata lain pertanian lahan organik suatu sistem pertanian yang tidak menggunakan bahan kimia buatan; Mewujudkan sikap dan perilaku hidup yang menghargai alam; dan berkeyakinan bahwa kehidupan adalah anugerah Tuhan yang harus dilestarikan.

Pertanian lahan organik pada dasarnya adalah suatu cara berbudidaya tanaman untuk membatasi kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh budidaya kimiawi atau yang seringkali disebut sebagai pertanian konvensional.

Meskipun sistem pertanian organik dengan segala aspeknya jelas memberikan keuntungan banyak kepada pembangunan pertanian rakyat dan menjaga lingkungan hidup, termasuk konservasi sumber daya lahan, namun penerapannya tidak mudah dan akan menghadapi banyak kendala.

Sistem pertanian organik mengajak manusia kembali ke alam, sambil tetap meningkatkan produktivitas hasil tani melalui perbaikan kualitas tanah dengan tidak memakai atau mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia.

Pertanian organik menghargai kedaulatan dan otonomi petani berdasarkan nilai-nilai lokal.

Rosenow, et all (1996) menyatakan pertanian organik dalam versi lain, yaitu merupakan sistem pertanian yang mempromosikan aspek 8 lingkungan, sosial, ekonomi, dengan memproduksi pangan dan serat.

  1. memperhatikan kesuburan tanah sebagai dasar kapasitas dan sifat alami tanaman, hewan, sehingga bisa memaksimalkan kualitas
  2. Pertanian organik menekankan praktek rotasi tanaman, daur ulang limbah-limbah organik secara alami tanpa input kimia.
  3. Tingkat persediaan optimal bahan-bahan organik tersebut dibutuhkan untuk mencapai siklus nutrisi unsur hara dalam tanah.

Filosofi pertanian organik

Filosiofi  pertanian organik adalah hubungan ini bersifat timbal balik. Terdapat perbedaan yang mencolok antara pertanian organik dan konvensional, baik secara anatomi maupun ekonomi.

  1. Pertanian organik di dukung oleh pemupukan alami yang di hasilkan dari bahan-bahan alam.
  2. Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari sisa tanaman, hewan, atau manusia, seperti pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos yang berbentuk cair maupun padat. Pupuk organik bersifat bulky dengan kandungan hara makro dan mikro rendah sehingga diperlukan dalam jumlah banyak.

Syarat-syarat yang harus dimiliki pupuk organik, yaitu :

  1. Zat N atau zat lemasnya harus terdapat dalam bentuk persenyawaan organik, jadi harus mengalami peruraian menjadi persenyawaan N yang mudah dapat diserap oleh tanaman.
  2. Pupuk tersebut dapat dikatakan tidak meninggalkan sisa asam organik di dalam tanah.
  3. Pupuk organik tersebut seharusnya mempunyai kadar persenyawaan C organik yang tinggi, seperti hidrat arang (Sutejo dan Kartasaputra, 1990).

Padahal untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan karbon organik sekitar 2,5%. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan.